Formulasi Sediaan Lulur Body Scrub Ekstrak Etanol Umbi Lobak Putih (Raphanus sativus L.)DARI EKSTRAK ETANOL UMBI LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.)
DOI:
https://doi.org/10.52622/jisk.v6i3.01Kata Kunci:
White radish extract, body scrub, skiAbstrak
Latar Belakang: Lulur body scrub merupakan seBackground: A body scrub is a cosmetic preparation used to help remove dead skin cells and improve skin appearance. One natural ingredient that can be used in a body scrub formulation is white radish (Raphanus sativus L.). White radish contains flavonoids and saponins, which act as antioxidants and have potential as skin lightening agents. Objective: This study aimed to formulate and evaluate a body scrub preparation using ethanol extract of white radish tubers at varying concentrations of 2%, 4%, and 6%. Method: This research was conducted experimentally. Tests included organoleptic evaluation, homogeneity, pH, irritation, spreadability, viscosity, emulsion type, stability, and effectiveness in moisturizing, smoothing, and wrinkle reduction using a skin analyzer. Result: The results showed that the body scrub preparation was semi-solid, brownish-white in color, had a distinctive aroma, and was homogeneous. The emulsion type was o/w, with a pH ranging from 6.1 to 6.5, and did not cause skin irritation. Stability tests demonstrated good product stability, and effectiveness tests demonstrated a significant increase in skin moisture, smoothness, and wrinkle reduction (p ≤ 0.05), especially with the 6% concentration. Conclusion: The conclusion of this stuLatar Belakang: Lulur tubuh adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki penampilan kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dalam formulasi lulur tubuh adalah lobak putih (Raphanus sativus L.). Lobak putih mengandung flavonoid dan saponin, yang bertindak sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai agen pencerah kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan lulur tubuh menggunakan ekstrak etanol umbi lobak putih pada berbagai konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pengujian meliputi evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, iritasi, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, stabilitas, dan efektivitas dalam melembapkan, menghaluskan, dan mengurangi kerutan menggunakan skin analyzer. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sediaan lulur tubuh berupa semi-padat, berwarna putih kecokelatan, memiliki aroma yang khas, dan homogen. Tipe emulsi adalah o/w, dengan pH berkisar antara 6,1 hingga 6,5, dan tidak menyebabkan iritasi kulit. Uji stabilitas menunjukkan stabilitas produk yang baik, dan uji efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelembapan kulit, kehalusan, dan pengurangan kerutan (p ≤ 0,05), terutama pada konsentrasi 6%. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak umbi lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat diformulasikan menjadi lulur tubuh yang aman dan efektif yang mencerahkan kulit dan mengangkat sel kulit mati. Kirim masukan Panel samping Histori Tersimpandy is that white radish (Raphanus sativus L.) tuber extract can be formulated into a safe and effective body scrub that brightens skin and removes dead skin cells.diaan kosmetik yang digunakan untuk membantu pengangkatan sel kulit mati dan memperbaiki tampilan kulit. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dalam formulasi lulur adalah umbi lobak putih (Raphanus sativus L.). Umbi lobak putih mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berperan sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai agen pencerah kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan lulur body scrub menggunakan ekstrak etanol umbi lobak putih dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Metode: Penelitian ini merupakan secara eksperimental. Pengujian meliputi secara organoleptik, homogenitas, uji pH, iritasi, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, stabilitas, dan efektivitas kelembaban, kehalusan, serta pengurangan kerutan menggunakan alat skin analyzer. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan lulur body scrub memiliki semi padat, warna putih kecoklatan, aroma khas, dan homogen. Tipe emulsi minyak/air, pH berkisar 6,1-6,5, serta tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Uji stabilitas menunjukkan kestabilan sediaan yang baik dan uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan kelembaban, kehalusan, dan pengurangan kerutan pada kulit secara signifikan (p ≤ 0,05) terutama pada formula dengan konsentrasi 6%. Kesimpulan: dari penelitian ini menunjukkan ekstrak umbi lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat diformulasikan menjadi lulur body scrub yang aman, efektif sebagai mencerahkan kulit dan mengangkat sel kulit mati.
Unduhan
Referensi
L. Leny, I. Ginting, T. N. Sitohang, S. F. Hanum, I. Hafiz, and B. Iskandar, “Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Body Scrub Labu Kuning (Curcubita moschata),” Maj. Farmasetika, vol. 6, no. 4, pp. 375–385, 2021. DOI: https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i4.35776
F. A. Sonda, M. Astuti, P. Studi, P. Rias, and U. Negeri, “Kelayakan Body Scrub Beras Ketan Hitam ( Oryza Sativa Var . Glutinosa ) dengan Penambahan Buah Asam Jawa ( Tamarindus Indica L ) Untuk Perawatan Kulit Badan,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 8, no. 1, pp. 9533–9541, 2024.
D. Arnanto, L. H. Putra, Y. Sunaryo, and B. Santoso, “Pengaruh Jenis Tanah dan Konsentrasi Asap Cair terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Lobak Putih dan Merah,” VIABEL J. Ilm. Ilmu-Ilmu Pertan., vol. 17, no. 1, pp. 42–47, 2023. DOI: https://doi.org/10.35457/viabel.v17i1.2786
N. J. Putri, D. Lestari, A. P. Rahayu, T. D. A. Tugon, and F. N. Syaputri, “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi Umbi Lobak Putih (Raphanus Sativus L.) terhadap Bakter Staphylococcus aureus secara In Vitro,” Cendekia J. Pharm., vol. 8, no. 1, pp. 28–40, 2024. DOI: https://doi.org/10.31596/cjp.v8i1.269
M. Sholikha, A. Febriani, and A. Wahyuningrum, “Formulasi Gel Ekstrak Lobak (Raphanus sativus L.) sebagai Antioksidan dan Inhibitor Tirosinase,” Sainstech Farma J. Ilmu Kefarmasian, vol. 13, no. 1, pp. 15–20, 2020.
A. A. Ramadani, N. Jannah, and H. Sutejo, “Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Varietas Ming Ho terhadap Pemberian Pupuk Green Tonik dan Trichokompos,” J. Agroteknologi dan Kehutan. Trop., vol. 2, no. 2, pp. 205–214, 2024. DOI: https://doi.org/10.31293/jakt.v2i2.7703
Rony Setianto and Tatiana Siska Wardani, Farmakognosi 1. Yogyakarta, 2021.
R. Yulia, M. Chatri, L. Advinda, and D. Handayani, “Saponins Compounds as Antifungal Against Plant Pathogens,” J. Serambi Biol., vol. 8, no. 2, pp. 162–169, 2023.
M. Sevindik, C. Onat, F. S. Mohammed, İ. Uysal, and O. Koçer, “Antioxidant and Antimicrobial Activities of White Radish,” Turkish J. Agric. Sci. Technol., vol. 11, no. 2, pp. 372–375, 2023. DOI: https://doi.org/10.24925/turjaf.v11i2.372-375.5983
I. M. Kusuma, S. Aunillah, and Y. S. Djuhariah, “Formulasi Krim Lulur Scrub dari Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.) dan Serbuk Beras Putih (Oryza sativa L.),” J. Farm. Udayana, vol. 10, no. 2, pp. 177–183, 2021. DOI: https://doi.org/10.24843/JFU.2021.v10.i02.p12
A. T. Zafira, T. Muldiyana, and J. Santoso, “Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Sifat Fisik Tablet Effervescent Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Lemon (Citrus limon L.),” As-Syifaa J. Farm., vol. 15, no. 2, pp. 129–136, 2023. DOI: https://doi.org/10.56711/jifa.v15i2.1067
“Pramuditha N. Uji Stabilitas Fisik lulur Krim Dari Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Dengan Menggunakan Emulgator Anionik Dan Nonionik. 2016.”.
J. H. Park et al., “Skin Hydration Measurement: Comparison Between Devices and Clinical Evaluations,” Ann. Dermatol., vol. 36, no. 5, p. 275, 2024. DOI: https://doi.org/10.5021/ad.23.103
R. Voegeli, M. Cherel, R. Schoop, and A. V Rawlings, “A Comprehensive Comparison of Facial Skin Hydration Based on Capacitance and Conductance Measurements in Chinese Women,” Int. J. Cosmet. Sci., vol. 44, no. 6, pp. 703–718, 2022. DOI: https://doi.org/10.1111/ics.12814
C. E. Agbangba, E. S. Aide, H. Honfo, and R. G. Kakai, “On The Use of Post-Hoc Tests in Environmental and Biological Sciences: A Critical Review,” Heliyon, vol. 10, no. 3, 2024. DOI: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e25131
T.-T. T. Trinh et al., “An Assessment of The Effectiveness and Safety of Ultracol100 as a Device for Restoring Skin in The Nasolabial Fold Region,” Cosmetics, vol. 11, no. 1, p. 4, 2023. DOI: https://doi.org/10.3390/cosmetics11010004
L.-P. Chan and C.-H. Liang, “Natural Plant-Based Rejuvenating Compositions: Human Study on Astragalus membranaceus and Centella asiatica Saponins for Skin Health,” Cosmetics, vol. 12, no. 4, p. 131, 2025. DOI: https://doi.org/10.3390/cosmetics12040131
M. Randhawa, T. Meyer, M. Sachdev, and R. K. Chaudhuri, “Standardized Terminalia chebula Fruit Extract: A Natural Ingredient That Provides Long-Lasting Antioxidant Protection and Reverses Visible Signs of Pollution-Induced Skin Damage,” Clin. Cosmet. Investig. Dermatol., vol. 14, pp. 1257–1269, 2021. DOI: https://doi.org/10.2147/CCID.S326492
A. Ervina, J. Santoso, B. F. Prasetyo, I. Setyaningsih, and K. Tarman, “Formulation and Characterization of Body Scrub Using Marine Alga Halimeda macroloba, Chitosan and Konjac Flour,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, IOP Publishing, 2020, p. 12004. DOI: https://doi.org/10.1088/1755-1315/414/1/012004
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Indah Sains dan Klinis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright © The Author(s). This article is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).





